idul fitri, momentum menghapus kebencian.

selamat-idul-fitri-559f47cbf97a6178048b4568

hari raya idul fitri adalah hari raya paling spesial bagi umat muslim nusantara. paling tidak adalah hari besar paling disambut. berbagai persiapan dan kegiatan dilakukan ketika akan dan selama hari raya berlangsung. memang ketika sebulan penuh kita menjalani ibadah puasa, yang seolah sebagai kawah candra dimuka. menempa kita dalam kesusahan menahan lapar, dahaga, dan nafsu sesat, hari raya idul fitri adalah tanda kemenangan kita. kemenangan dalam menjalani tempaan bulan suci ramadhan.

dalam momen kemenangan tersebut masyarakat islam nusantara akan saling bersilaturahim. dengan semua sanak, family, kenalan, teman, sahabat, tetangga dan semua insan yang pernah berinteraksi dengannya selama ini. meminta maaf dan saling memaafkan satu dengan yang lainnya. sebagai manusia biasa, semua pasti mempunyai salah dan khilaf. salah dan khilaf yang kadang tidak kita sadari itulah yang coba kita hapus dengan saling bermaafan. sehingga, ketika dosa dan khilaf kita kepada allah sudah diampuni di bulan ramadhan digenapi dengan ampunan dari sesama manusia. maka lengkaplah kita kembali menjadi manusia yang suci, kembali ke fitrahnya.

ketika sudah kembali kefitrahnya, seyogyanya kita terus memelihara fitrah tersebut. menjaganya agar tidak ternodai dengan sikap dan tingkah laku yang merusak. salah satu sifat yang sering sekali merusak fitrah manusia adalah sifat saling membenci. belakangan memang virus kebencian tersebut  sudah merajalela tak terkendali di masyarakat kita. ketika kita menemukan sedikit saja perbedaan maka dengan mudah menjadi benih kebencian. dan kebencian tersebut menjadi bahan bakar segala tingkah laku buruk berikutnya. mencaci, mengutuk, melaknat, memutus silaturahim, membully, memfitnah dan banyak sifat buruk lainnya.

maka, mumpung hari raya masih berlangsung. kata maaf baru saja saling diucapkan. fitrah baru saja dirasakan. mari kita berangus kebencian dihati kita masing-masing. satu-satunya kebencian yang masih boleh ada adalah kebencian terhadap sifat kebencian tersebut.  agar kita tetap menjadi manusia yang suci dan selalu sesuai fitrahnya. alangkah indahnya bila sepanjang hayat kita menjadi manusia yang sesuai fitrah. kita akan hidup damai dan mendamaikan. sesuai cita-cita agama islam.